Cinta memang sulit didefinisikan. Saking luasnya pengertian cinta, tak jarang kata yang di pakai mewakili malah membatasi pengertian cinta itu sendiri. Selain luas, pengertiannya juga bervariasi tergantung siapa yang mendefinisikannya.
Konon ketika cinta pertama kali diciptakan, ia bertanya kepada alam semesta mengenai siapa dirinya yang sebenarnya. Ia bertanya kepada bumi yang ditinggalinya. “Cinta adalah hamparan tempat tumbuh segala jenis bahagia dan harapan. Ia memang diinjak dan dihinakan, tapi ia tak peduli. Cinta hanya berpikir untuk memberi, dan itu saja yang menjadi keinginannya.”, jawab bumi.
Cinta masih merasa belum puas, kemudian bertanya lagi kepada pepohonan. Pepohonan menjawab: ”Cinta adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu dilihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang dapat terus bahagia dan tetap kokoh, berbuah, dan berbunga indah.”
Gunung kemudian menjawab: ”Cinta adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat ia gundah, ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan larva cemburu yang membara.” Angin berhembus sembari turut menjawab: ”Cinta adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta. Ia tak terlihat, tetapi tanpanya segala raga akan hampa.”
Saat mendongak ke atas, langit menjawab: “Cinta adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu.” Bersamaan dengan itu, mataharipun menjawab: “Cinta adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”
Lalu manusia bertanya kepada cinta perihal siapa dirinya. Cinta menjawab: ”Aku adalah ketika engkau patuh terhadap-Nya, meski engkau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab cinta bukan indera, melainkan rasa.”
”Cinta adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengan-Nya. Cinta adalah ketika engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan kepada yang lain selain kepada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya” (Serasa, bukan Serasi)
Itulah beberapa definisi cinta. Cinta memang tak dapat didefinisikan oleh satu penjelasan saja, tapi jangan sampai terperangkap dalam definisi yang salah. Selamat menemukan definisi lain. Selamat menemukan arti cinta yang sesungguhnya.... J
                                                                                                Malang, 11 Juni 2014 (ABA, 18:36)
0 Responses

Posting Komentar