Wahai adamku..
Aku memang bukan manusia sempurna, karena memang tak ada manusia sempurna..
Tapi semoga kita bisa saling menyempurnakan, saling melengkapi, saling menguatkan, dan saling-saling yang lainnya..

Adamku..
Aku ini manusia manja yang kadang keras kepala..
Semoga kau tak bosan menghadapiku
Semoga kau tak bosan mengajari dan membimbingku
Ingatkan aku di saat aku mulai lalai dari kewajiban-kewajibanku
Semangati aku di saat semangatku mulai surut
Bangkitkan aku di saat aku terjatuh..
Dan sekali lagi, semoga kita bisa saling..


Adamku..
Aku tak punya hal yang unggul dari wanita2 lainnya..
Banyak wanita di luar sana yang cantik parasnya, apalah dayaku.. Tapi bukankah kecantikan paras hanya sementara? Semoga kita d karunia kecantikan hati..
Banyak wanita di luar sana yang tinggi ilmunya, bagus akhlaknya.. Apalah dayaku yang ilmunya pas-pasan, akhlak pas-pasan..
Tapi semoga kau tak peduli itu..
Semoga kau tak enggan mengajariku, membimbingku..
Semoga kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain.. :-)

"Jangan mencintai kelebihannya saja, cintailah juga kekurangannya.. Agar kau mengerti apa artinya cinta" (Salju)

Malang, 16/11/16



Terkadang kita mendambakan kehadiran sosok dengan berbagai kriteria yang kita inginkan sebagai pendamping kita kelak, sosok yang begini dan begitu dengan berjuta kebaikan yang kita uraikan. Kita hanya berdoa untuk mendapatkan orang baik, tanpa kita berpikir  “Sudahkah kita sendiri menjadi orang baik? Pantaskah kita mendapatkan pendamping hidup dengan berbagai kriteria yang kita ajukan itu? Pantaskah sosok yang demikian itu menjadi pendamping hidup orang seperti kita? Atau jangan-jangan sosok yang kita dambakan kehadirannya itu terlalu baik bagi kita?”

QS. An-Nur ayat 26 berbunyi:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

So, kita harus muhasabah diri kita dulu sebelum kita memimpikan kehadiran sosok seperti yang kita inginkan. Percayalah… jika kita bisa menjadi orang baik, Allah akan mengutus orang baik pula untuk kita, dan sebaliknya.  Siapakah orang baik itu? Ribuan jawaban akan terlontarkan tergantung yang mendefinisikan. Selamat menjadi orang baik, dan selamat menantikan kehadiran orang baik sebagai pendamping hidup Anda… :-)
“Muhammadkan dirimu agar Allah meng-Khodijahkan jodohmu….
Fatimahkan dirimu agar Allah meng-Ali kan kekasihmu….”
Hubbu An nabi


Cinta memang sulit didefinisikan. Saking luasnya pengertian cinta, tak jarang kata yang di pakai mewakili malah membatasi pengertian cinta itu sendiri. Selain luas, pengertiannya juga bervariasi tergantung siapa yang mendefinisikannya.
Konon ketika cinta pertama kali diciptakan, ia bertanya kepada alam semesta mengenai siapa dirinya yang sebenarnya. Ia bertanya kepada bumi yang ditinggalinya. “Cinta adalah hamparan tempat tumbuh segala jenis bahagia dan harapan. Ia memang diinjak dan dihinakan, tapi ia tak peduli. Cinta hanya berpikir untuk memberi, dan itu saja yang menjadi keinginannya.”, jawab bumi.
Cinta masih merasa belum puas, kemudian bertanya lagi kepada pepohonan. Pepohonan menjawab: ”Cinta adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu dilihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang dapat terus bahagia dan tetap kokoh, berbuah, dan berbunga indah.”
Gunung kemudian menjawab: ”Cinta adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat ia gundah, ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan larva cemburu yang membara.” Angin berhembus sembari turut menjawab: ”Cinta adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta. Ia tak terlihat, tetapi tanpanya segala raga akan hampa.”
Saat mendongak ke atas, langit menjawab: “Cinta adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu.” Bersamaan dengan itu, mataharipun menjawab: “Cinta adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”
Lalu manusia bertanya kepada cinta perihal siapa dirinya. Cinta menjawab: ”Aku adalah ketika engkau patuh terhadap-Nya, meski engkau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab cinta bukan indera, melainkan rasa.”
”Cinta adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengan-Nya. Cinta adalah ketika engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan kepada yang lain selain kepada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya” (Serasa, bukan Serasi)
Itulah beberapa definisi cinta. Cinta memang tak dapat didefinisikan oleh satu penjelasan saja, tapi jangan sampai terperangkap dalam definisi yang salah. Selamat menemukan definisi lain. Selamat menemukan arti cinta yang sesungguhnya.... J
                                                                                                Malang, 11 Juni 2014 (ABA, 18:36)