Terkadang kita mendambakan kehadiran sosok dengan berbagai kriteria yang kita inginkan sebagai pendamping kita kelak, sosok yang begini dan begitu dengan berjuta kebaikan yang kita uraikan. Kita hanya berdoa untuk mendapatkan orang baik, tanpa kita berpikir  “Sudahkah kita sendiri menjadi orang baik? Pantaskah kita mendapatkan pendamping hidup dengan berbagai kriteria yang kita ajukan itu? Pantaskah sosok yang demikian itu menjadi pendamping hidup orang seperti kita? Atau jangan-jangan sosok yang kita dambakan kehadirannya itu terlalu baik bagi kita?”

QS. An-Nur ayat 26 berbunyi:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

So, kita harus muhasabah diri kita dulu sebelum kita memimpikan kehadiran sosok seperti yang kita inginkan. Percayalah… jika kita bisa menjadi orang baik, Allah akan mengutus orang baik pula untuk kita, dan sebaliknya.  Siapakah orang baik itu? Ribuan jawaban akan terlontarkan tergantung yang mendefinisikan. Selamat menjadi orang baik, dan selamat menantikan kehadiran orang baik sebagai pendamping hidup Anda… :-)
“Muhammadkan dirimu agar Allah meng-Khodijahkan jodohmu….
Fatimahkan dirimu agar Allah meng-Ali kan kekasihmu….”
Hubbu An nabi