MENULIS ITU MUDAH
Judul               : Menulis itu Segampang Ngomong   
Penulis             : Lasa Hs
Penerbit           : Pinus
Cetakan           : I, Juni 2006
Tebal               : 130 x 195 cm atau 232 halaman
ISBN               :  979-9908-9-1

            Kebanyakan orang beranggapan bahwa menulis merupakan hal yang sulit. Kebanyakan mereka cenderung buntu ketika dihadapkan pada kertas kosong yang harus diisi dengan rangkaian kata-kata. Ketika menulis seakan-akan mereka dihadapkan pada dunia yang tak tersentuh. Dunia gelap yang membuat mereka tak tahu harus mulai dari mana untuk menulis. Mereka seakan-akan kehilangan kata-kata dari sekian kata yang pernah dikenal. Padahal mereka tahu apa yang harus ditulis. Namun ketika memulai, mereka tidak mampu menuliskannya. Dan mungkin kita adalah termasuk diantara mereka.
            LASA HS, pria kelahiran Boyolali, 1 Januari 1948 yang konon telah melahirkan puluhan buku dan ratusan artikel ini berusaha untuk merubah mindset masyarakat tentang menulis. Dalam buku setebal 232 halaman ini, Lasa berusaha memberikan pandangan bahwa menulis itu ternyata segampang ngomong, segampang kita bicara pada orang-orang bahkan ngomong pada diri sendiri.
Dalam buku yang diterbitkan pada Juni 2006 ini juga diterangkan bahwa menulis bukan merupakan hal yang menakutkan. Menulis adalah hal mudah dan mengasikkan. Menulis juga bukan suatu bakat melainkan dapat dipelajari oleh siapapun. Modalnya cukup kemauan, keberanian, telaten, sabar, dan mau berlatih. Belajar menulis belum tentu bisa menulis. Tetapi, praktek langsung menulis insya Allah akan bisa menulis. Disiilah berlaku teori learning by doing. (Bab 3)
            Selain itu, Lasa Hs juga menerangkan betapa pentingnya menulis. Pengetahuan yang tidak ditulis akan hilang dimakan zaman. Namun, tulisan berisi ide penulis akan tetap hidup meskipun jasadnya hancur dimakan tanah. Menulis juga sangat erat kaitannya dengan membaca. “Menulis tanpa membaca ibarat orang buta. Membaca tanpa menulis (menyampaikan hasil bacaan kepada orang lain melalui lisan/tulisan) ibarat orang pincang.”(hal 95)
Kelebihan buku ini dapat dilihat dari segi struktur atau kerangka tulisan. Urutan masalah dalam buku ini cukup runtut, mulai dari pengenalan tentang dunia kepenulisan, pentingnya menulis, hal-hal apa yang harus diperhatikan ketika menulis, bagaimana menawarkan naskah kepada penerbit, alternatif yang harus dilakukan ketika naskah ditolak penerbit, sampai apa saja hak dan kewajiban penulis. Mengenai tema yang dipilih, meski sudah tidak sedikit tema yang sama  beredar , namun judul ” Menulis itu Segampang Ngomong ” ini tetap menarik dan membuat pembaca ingin mengetahui isinya.
Buku ini cocok dan penting kiranya dibaca oleh semua kalangan di berbagai tingkat sosial (untuk memberikan pandangan betapa pentingnya menulis), ekonomi (karena ilmu tidak memandang kekayaan), dan pendidikan di berbagai usia (karena bahasa yang digunakan mudah dipahami). Terlebih bagi mereka yang menginginkan untuk bisa menulis. Buku ini adalah jawabannya. Menariknya lagi, cover buku ini berwarna putih kekrem-kreman berhiaskan sebuah mulut raksasa yang unik dengan dipenuhi kata.
            Hanya saja, dalam buku ini sering ditemukan kekeliruan dalam penggunaan tanda baca terutama titik, dan kekeliruan dalam hal penggunaan huruf kapital. Sehingga sering membingungkan pembaca. Yang merupakan kekurangan buku ini lagi yaitu kualitas kertasnya yang kurang bagus dan pemilihan model huruf judul yang kurang menarik. (il ^_^)